This is Mand_AsterIx Crew

Anggota Mand_AsterIx MAN KOTA KEDIRI 3 bersama Wali kelas

This is AsterIx blogging crew

4 ANGEL from X-7 CREW BLOGGING

This is AsterIx crew

AsterIx suporter Sepak Bola

This is AsterIx crew

AsterIx With PPL UIN Malang in SLG

This is AsterIx crew

AsterIx With PPL UIN Malang in SLG

This is Lomba Basket

Suasana Pertandingan Pertama Basket

This is Lomba Akhi Wa Ukhti

Suasana Saat Tes Akhi di Kelas X-8

Rabu, 04 April 2012

Molor 20 Menit pun Tak Jadi Masalah


                MAN 3 Kediri-kantin belakang, Zyda Ainu Rifqi kelas XI-RMBI selaku panitia mengatakan bahwa kendala yang dialami pada hari Rabu tanggal 04 April 2012 yaitu saat lomba sepak bola yang paling sulit, karena persiapannya membutuhkan waktu yang cukup lama hingga mau tidak mau harus mundur 20 menit dari jadwal yang telah ditentukan oleh panitia. Sedangkan lomba basket mengalami kendala yaitu beberapa dari peserta masih bingung dengan costum yang mereka kenakan. Padahal hari-hari sebelum lomba dimulai sudah ada pengumuman bahwa peserta dilarang mengenakan atribut dari 
MAN 3. Sehingga bagi kelas yang melanggar akan mendapatkan denda Rp. 25.000.00. Itu pun tidak menjadi semangat panitia dan para pemain tentunya menjadi hilang.

Pemain Osmosis Berbagi Tips


                MAN3 Kediri-Halim Rosyid, salah satu peserta sepak bola dari XI-A6 yang akan bertanding  mengatakan bahwa persiapan dalam bertanding sepak bola yang diperlukan tidak hanya fisik saja melainkan mental,dan positive thinking  menang. Selain itu ada peralatan yang diperlukan seperti: kaos tim dan sepatu. Ada juga konsumsi pemain. “Jika kalah kami terima dengan lapang dada, karena itu yang kami bisa, tutur salah satu provos PKS MAN 3 Kediri yang sedang duduk sambil memakai sepatu. Namun mereka akan merasa senang jika jerih payah yang dilakukan akan membuahkan hasil dengan mendapatkan kemenangan.

Pascal Bernadzar



                MAN 3 Kediri-lapangan belakang, suporter kelas X-5 atau yang lebih dikenal dengan sebutan "Pascal" terlihat sangat antusias pada saat mendukung teman sekelasnya dalam bertanding sepak bola melawan X-8, ini terlihat dari semangat mereka saat teman-teman sekelasnya bertanding untuk merebut gelar the winner melawan X-8. “panitianya kurang shiipph, karena tidak ada yang mengambilkan bola pada saat pertandingan berlangsung, ujar Vina  salah seorang suporter dari kelas X-5". Selain itu mereka juga mengatakan bahwa Milad pada tahun ini terlihat lebih seru dan lomba-lombanya lebih banyak dan menarik. Dan jika lomba Sepak Bola kelas X-5 menang mereka akan bernadzar dan hanya siswa kelas X-5 saja saja yang boleh tahu. Namun, apabila mereka kalah, maka akan menerima dengan senang hati dan mereka akan berusaha lebih baik lagi. Akhirnya X-5 pun akan menjalankan nadzarnya karena apa yang mereka harapkan bisa terwujudkan dengan tendangan pinalti, dan hasil ini juga tidak urung dari pemain X-5 yang telah berusaha sebaik mungkin dan juga suporter-suporternya.
               

Minggu, 01 April 2012

Profil MAN 3 Kediri


       Madrasah Aliyah Negeri (disingkat MAN) 3 Kediri atau biasanya disebut dengan MANDIGA merupakan sekolah sederajat dengan SMA namun berada di kekuasaan Kementerian Agama Indonesia bukan Dinas Pendidikan seperti halnya SMA. MAN 3 ini letaknya cukup strategis yaitu di Jalan Letjend Soeprapto Nomor 58, Kelurahan Banaran, Kecamatan Kota, Kediri, Jawa Timur.  Pada awalnya tapatnya pada tanggal 25 Agustus 1950 MAN 3 Kediri adalah Sekolah Guru Agama Islam (SGAI) Kediri yang terletak di barat alun-alun kota Kediri.
Pada Tahun 1951, SGAI diubah namanya menjadi Pendidikan Guru Agama Pertama Negeri (PGAP N), yang kemudian, namanya diubah lagi menjadi Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Kediri pada tahun 1960.

Pada tahun pelajaran 1966-1967 PGAN Kediri, pindah ke gedung baru, Jalan Letjend Soeprapto Nomor 48. Berdasarkan SK. Menteri Agama Nomor 16 dan 17/1978, pada tanggal 16 Maret 1978, kelas 1, 2 dan 3 PGAN 4 Tahun berubah menjadi MTs Negeri 2 Kediri, sedangkan eks-PGAN 6 tahun menjadi PGA.
Mulai 1 Juli 1992 tepatnya tahun ajaran 1990/1991 secara resmi PGAN Kediri menjadi  MAN 3 Kediri. Alih fungsi ini berdasarkan SK. Mentri agama. RI tanggal 27 Januari 1992 no 42. Sebagai Kepala madrasah pertama adalah Bapak Drs. H. Soeparno
Sejak alih fungsi PGAN Kediri menjadi MAN 3 Kediri, tepatnya pada bulan Juli 1992, madrasah ini telah mengalami banyak penyempurnaan dan kemajuan yang sangat pesat, apalagi setelah MAN 3 Kediri termasuk salah satu dari 25 Madrasah Aliyah yang terpilih dalam program peningkatan mutu pendidikan kontrak prestasi 2007 seluruh Indonesia .
MAN 3 Kediri semakin gemilang saja, hal ini terlihat dari sarana-sarananya yang modern, fasilitas yang memadai, program-program yang unggul, serta prestasi siswa di berbagai even perlombaan yang bukan hanya di tingkat local, regional dan nasional melainkan internasional. Pada tahun 2009 MAN 3 Kediri diubah namanya menjadi MAN Kota Kediri 3.

Struktur Kelas X-7


Kepengurusan X-7 dibagi menjadi 2 yaitu kepengurusan lama dan kepengurusan baru. Kepengurusan lama bertugas di semester 1 dan kepengurusan baru bertugas di semester 2. Pada semester 2 bendahara bukan hanya ada  2 melainkan 3, hal ini bertujuan agar tugas bendahara bisa lebih ringan dan hanya fokus pada satu tugas sehingga mengurangi adanya kemungkinan kesalahan mengurus keuangan.

Kepengurusan lama:
Ketua
M. A’wanu Millata Akmal
Wakil Ketua
M. Baitul Rohim Lendra Lubis
Sekertaris 1
Izzati Karimah
Sekertaris 2
Millani Diniyatis S.
Bendahara 1
Hanifa Rahma Yulia
Bendahara 2
Eva Chaniviyati

Kepengurusan Baru:
Ketua
Wilda Rochman Hakim
Wakil Ketua
Halimatus Sa’diyah
Sekertaris 1
Rizkananda Fifty Mahardika
Sekertaris 2
Nur Farida Maulidina
Bendahara 1
Rihma Fathin Fataty
Bendahara 2
Ubaidillah Baha’udin
Bendahara LKS
Moh. Amirudin

Profil Asterix X-7 Mandiga

                Asterix atau Aliansi Sepuluh Tujuh Matrix ini terletak di barat aula, diantara kelas X-8 dan XI-A6. Asterix merupakan sekumpulan siswa-siswi MAN 3 Kediri yang berada di kelas X-7 dan beranggotakan 40 siswa dengan jumlah laki-laki 10 orang dan perempuan 24 orang. Dengan kelasnya Ibu Dra. Aminatur Rosyidah yang juga sebagai guru pembimbing mata pelajaran aqidah akhlak.
               

Profil Wali Kelas

Ibu Dra. Aminatur Rosyidah

Dra. Aminatur Rosyidah atau yang biasanya dipanggil Bu Amin merupakan wali kelas X-7 dan juga pembimbing mata pelajaran akidah akhlak. Ibu dari 2 anak ini lahir di Jombang yang merupakan tempat tinggalnya sekarang ini pada tanggal 4 Juli 1968. Walaupun sudah hampir 7 tahun mengajar di MAN 3 Kediri beliau tidak ada rencana pindah ke Kediri untuk mempermudah transportasinya menuju madrasah, beliau mengikuti suaminya yang juga kerja di Jombang. Perjuangan wali kelas kami ini juga tidak mudah, setiap hari beliau harus memanfaatkan kendaraan umum Jombang-Kediri yang jaraknya ± 45 km ubtuk menuju madrasah dan rumahnya yang berada di jalan pandegah parimono plandi Jombang.
Beliau pernah mencari ilmu di Mi Mubtadiul ulum pada tahun 1981, lalu di MTsN Mojokerto dan lulus tahun 1987 dan melanjutkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi yaitu MAN Tambakberas Jombang, bukan hanya disitu saja, beliau juga mengambil jurusan tarbiyah PAI di IAIN Sunan Ampel Surabaya sebagai mata kuliahnya pada tahun 1992, beliau juga pernah mendapatkan beasiswa super semar di fakultasnya.
Pengalaman mengajar beliau pun sudah banyak, di MtsNli dan ut'tallim Mayangan Jogoroto jombang, MTsN Jogoroto jombang, dan MAN 3 Kediri sejak tahun 2005 hingga saat ini. motto beliau adalah "arti hidup ada pada diri sendiri, jadi buatlah hidup ini berarti".

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More